Di tengah perjalanan kehidupan yang semakin kompleks, komunitas Marga manihuruk di Batam menyadari pentingnya menjaga ikatan sosial dan budaya mereka. Pembentukan Arisan Manihuruk Boru Bere Batam menjadi langkah strategis untuk menyatukan dan memperkuat keberadaan mereka di perantauan. Melalui kerjasama dan komitmen dari semua pihak, wadah ini diharapkan dapat berkembang menjadi punguan yang tidak hanya menyatukan, tetapi juga memberikan dukungan sosial, ekonomi, dan pelestarian budaya bagi anggotanya.
Berdiskusi:
Pada akhir tahun 1999, para penggagas mulai bergerak secara aktif untuk merumuskan gagasan tentang perlunya sebuah wadah yang dapat menyatukan marga Manihuruk. Dalam proses ini, mereka melakukan diskusi intensif untuk menggali ide dan harapan dari anggota. Pertemuan-pertemuan informal diadakan untuk membahas visi, misi, dan tujuan dari wadah yang akan dibentuk.
Pemantapan
Setelah serangkaian diskusi, pada pertengahan Januari 2000, para penggagas mulai memantapkan rencana dan konsep dasar dari Punguan yang akan dibentuk. Ini termasuk penyusunan struktur punguan, kegiatan yang akan dilakukan, dan bagaimana cara menarik partisipasi anggota.
Pertemuan
Pada tanggal 6 Februari 2000, diadakan pertemuan resmi yang melibatkan anggota Manihuruk. Pertemuan ini bertujuan untuk meminta persetujuan dari anggota mengenai pembentukan wadah yang dapat mempersatukan. Diskusi berlangsung hangat, dengan banyak anggota memberikan masukan dan dukungan untuk inisiatif ini.
Pembentukan dan Pemilihan Pengurus.
Dalam pertemuan tersebut, para anggota menyepakati untuk membentuk wadah dengan nama, Arisan Punguan Manihuruk Boru Bere dan melanjutkan dengan pemilihan pengurus. Bapak D. Simanihuruk Br Habeahan terpilih sebagai ketua, yang menunjukkan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya dalam mengelola dan mengembangkan punguan ini. Nama Arisan disepakati oleh karena pada masa tersebut hanya ada punguan yang besar seperti Parna dan kita tidak mau jadi batu sandungan.
Lokasi Pertemuan.
Pertemuan ini dilaksanakan di Perumahan Tiban Palem Blok D_8 No. 12B, Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Lokasi ini dipilih karena aksesibilitasnya yang baik bagi para anggota untuk berkumpul dan berdiskusi.